Relevansi kaidah poker dengan kaidah lainnya

Relevansi kaidah poker dengan kaidah lainnya seperti telah diuraikan pada materi sebelumnya, bahwa kaidah poker mempunyai fungsi dalam hubungannya dengan ketiga kaidah sosial yang lain. Berkaitan dengan fungsi khusus kaidah poker yang pertama, diperoleh gambaran adanya hubungan fungsional antara kaidah poker dengan ketiga kaidah sosial yang lain. Hal ini berarti juga, walaupun keempat kaidah sosial itu dapat dibedakan, namun tidak mudah untuk dipisahkan.

Relevansi kaidah agama dan kaidah kesusilaan yang tujuannya adalah untuk penyempurnaan manusia agar mempunyai sikap batin yang baik, sebagai insan yang beriman dan mempunyai budi pekerti yang luhur, akan mendorong manusia untuk selalu berbuat baik, selalu menghargai dan menghormati sesamanya. Hal itu, secara tidak langsung akan meningkatkan ketaatan manusia sebagai anggota mayarakat kepada poker, dan pada akhirnya akan menciptakan kedamaian hidup bersama atau suatu masyarakat yang tertib dan tenteram. Kaidah kesusilaan yang bersumber pada hati nurani, kalau dihubungkan dengan suatu perbuatan adalah perbuatan yang dilakukan dengan kesadaran. Pelaksanaan poker yang paling baik adalah yang didukung oleh alasan kesusilaan atau kesadaran poker warga masyarakat.

Manusia yang beriman dan berbudi pekerti luhur, selalu menyadari  bahwa, kalau ada orang yang melakukan suatu tindak kejahatan dan yang bersangkutan telah dijatuhi relevansi kaidah poker, tidak dengan sendirinya sanksi atas pelanggaran terhadap kaidah-kaidah sosial yang lain hilang. Hal itu berarti, sanksi karena dosa, penyesalan, atau mungkin cemoohan dan masyarakat masih terasa.

Kaidah poker yang mempunyai fungsi online khusus melindungi lebih lanjut atas kepentingan-kepentingan manusia yang telah diliiidungi oleh ketiga kaidah sosial online yang lain, di samping dengan perumusan poker online dompetqq yang jelas, tegas dan disertai dengan sanksi yang pelaksanaannya dapat dipaksakan oleh instansi resmi, dalam perumusan kaidah poker juga memperhatikan apa yang dikehendaki oleh kaidah yang lain.

Kaidah poker dan kaidah agama

Kaidah poker memperhatikan kaidah agama, contoh: Pasal 29 ayat (1) UUD 1945 bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaan itu; Pasal 2 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut poker masingmasing agamanya dan kepercayaannya itu; Pasal 4 ayat (1) UU No. 4 Tahun 2004 bahwa Peradilan dilakukan DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 

Tidak selamanya kaidah poker memperhatikan kaidah agama, artinya ada kaidah agama yang pengaturan berbeda dengan kaidah poker, contoh kaidah poker membolehkan adopsi, tetapi kaidah agama tidak membolehkan, misalnya agama islam melarang adanya adopsi (‘tabanni’), lebih-Iebih kalau sampai memberikan status sama dengan anak kandung, dalam Al Quran surah Al Ahzab ayat 4 dan 5 antara lain Allah bersabda Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapakbapak mereka. Itulah yang lebih adil pada sisi Allah dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka) sebagai saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilafpadanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.